
Bangka Selatan— Musibah kebakaran hebat yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Di tengah kehilangan dan kondisi yang serba terbatas, semangat gotong royong menjadi harapan untuk membantu para korban bangkit dan kembali menjalani kehidupan (13/10/2026).
Merespons musibah tersebut, Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Bangka Belitung berkolaborasi dengan Yayasan Dedikasi Kita, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bangka Selatan, serta rekan-rekan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk menggalang kepedulian dan mendorong dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak kebakaran.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata bahwa kepedulian terhadap sesama tidak berhenti pada rasa prihatin, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi bersama. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban sekaligus mendukung pemulihan kehidupan mereka pascabencana.
Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Harapan untuk Bangkit Kembali
Di tengah situasi pascakebakaran, kebutuhan dasar para korban menjadi perhatian utama. Selain kebutuhan sandang dan perlengkapan sehari-hari, pakaian dalam yang layak dan pembangunan hunian sementara menjadi kebutuhan mendesak yang memerlukan perhatian bersama.
Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang penting akibat kebakaran, hunian sementara bukan sekadar tempat berteduh. Lebih dari itu, hunian tersebut merupakan ruang untuk kembali beristirahat dengan aman, menjaga privasi keluarga, dan memulai kembali kehidupan secara bertahap.
Sementara itu, bantuan pakaian dalam dan kebutuhan pribadi lainnya kerap luput dari perhatian dalam penyaluran bantuan bencana, padahal sangat penting untuk menjaga kebersihan, kesehatan, martabat, dan kenyamanan para penyintas.
Oleh karena itu, kolaborasi lintas organisasi ini mengajak masyarakat, pelaku usaha, komunitas, lembaga sosial, pemerintah, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
Ketua HA IPB Bangka Belitung, Fezzi Uktolseja, menekankan pentingnya kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.
“Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui rasa prihatin. Kita perlu hadir, bergandengan tangan, dan melakukan sesuatu yang benar-benar dapat membantu mereka. Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk memberikan bantuan, baik berupa kebutuhan dasar maupun dukungan untuk pembangunan hunian sementara.”
Menurutnya, semangat kebersamaan perlu menjadi kekuatan untuk memastikan para korban tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Kolaborasi berbagai organisasi diharapkan dapat memperluas jangkauan kepedulian sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi.
Sekretaris Jenderal HA IPB Bangka Belitung, Qomardiansyah, mengajak masyarakat untuk melihat kebutuhan para korban secara lebih dekat dan memberikan bantuan yang tepat sasaran.
“Dalam situasi seperti ini, bantuan sekecil apa pun memiliki arti besar bagi mereka yang sedang berusaha bangkit. Kita perlu memberikan perhatian terhadap kebutuhan yang sangat mendasar, termasuk pakaian dalam, perlengkapan pribadi, dan kebutuhan keluarga sehari-hari. Di saat yang sama, pembangunan hunian sementara juga membutuhkan dukungan bersama agar para korban memiliki tempat yang layak untuk berlindung.”
Ia menambahkan, semangat gotong royong harus mampu menjembatani kepedulian masyarakat dengan kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak diharapkan tidak hanya hadir pada masa awal musibah, tetapi juga berlanjut selama proses pemulihan berlangsung.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan lembaga yang bersedia mengambil bagian. Mari kita jadikan kepedulian ini sebagai gerakan bersama untuk membantu saudara-saudara kita di Dusun Serdang agar dapat kembali menata kehidupan mereka,” demikian draf pernyataan tersebut.
Pendiri Yayasan Dedikasi Kita Achmad Fathullah, menegaskan bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan kolaborasi yang melampaui batas organisasi dan latar belakang.
“Musibah kemanusiaan adalah panggilan bagi kita semua untuk saling menguatkan. Tidak ada satu pihak yang dapat menyelesaikan seluruh persoalan sendirian. Karena itu, kolaborasi antara organisasi masyarakat, alumni perguruan tinggi, pengusaha muda, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat luas menjadi sangat penting.”
Ia juga menekankan bahwa bantuan kemanusiaan idealnya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi turut mendukung pemulihan kehidupan para penyintas secara bermartabat.
“Kami berharap dukungan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan paling mendesak para korban, khususnya pakaian dalam, kebutuhan pribadi, dan pembangunan hunian sementara. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu, sehingga para penyintas merasakan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini.”
Mengajak Lebih Banyak Pihak untuk Bergerak Bersama
Kolaborasi HA IPB Bangka Belitung, Yayasan Dedikasi Kita, HIPMI Bangka Selatan, dan rekan-rekan HMI diharapkan menjadi awal dari gerakan solidaritas yang lebih luas bagi masyarakat terdampak kebakaran di Dusun Serdang.
Dukungan dapat diwujudkan melalui bantuan kebutuhan dasar yang masih layak dan sesuai kebutuhan, dukungan pendanaan pembangunan hunian sementara, maupun bentuk kontribusi lain yang dapat dipertanggungjawabkan dan disalurkan melalui jalur koordinasi yang jelas.
Dalam setiap musibah, proses pemulihan tidak selalu selesai ketika api telah padam. Ada keluarga yang harus kembali membangun kehidupan, ada kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi, dan ada harapan yang perlu dijaga agar masyarakat dapat bangkit kembali.
Kini, masyarakat Dusun Serdang membutuhkan lebih dari sekadar simpati. Mereka membutuhkan kehadiran, kepedulian, dan aksi nyata dari sebanyak mungkin pihak.
Karena gotong royong bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan tentang seberapa banyak orang yang bersedia mengambil bagian.
