
Di Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kesibukan kecil terlihat di Posko ARM HA-IPB. Sejak Kamis (20/8) lebih dua pekan silam, atau 5 hari pascagempa Magnitudo 7,7 mengguncang NTT, tim Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) bersama Yayasan Kabua Dana Rasa dan Yayasan Pahami Quran membuka dapur umum untuk mensuplai makanan bagi penyintas.
Tim relawan membuka dapur umum dan memasak ak kurang dari 100 KK (sekitar 400 jiwa) mengingat warga sebagian besar masih trauma dan amat membutuhkan makanan, sementara aktivitas pasar dan perniagaan belum berjalan.
Masakan yang dibuat di Posko mencapai 5.000 porsi selama 8 hari hingga 27 Agustus 2026. Menunya bervariasi, mulai dari yang amat sederhana di awal pelayanan seperti nasi plus mie dan telur. Ketika pasar mulai menggeliat kembali, relawan dapat berbelanja ikan dan sayur ke pasar dan petani lokal sehingga menu untuk penyintas lebih baik dari sebelumnya karena sudah dilengkapi sayuran dan ikan bakar atau goreng.
Urusan perut memang jadi prioritas di pekan-pekan pertama pascabencana. ARM HA-IPB dan mitra-mitranya hadir sekuat tenaga untuk dapat membantu meringankan beban mereka.
ARM HA-IPB
Bermartabat Menebar Manfaat
