
BOGOR, 17 September 2026 — Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinovasi. Di tengah perubahan tersebut, generasi muda dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memperkuat karakter dan menjaga integritas.
Pesan tersebut disampaikan Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam paparan bertajuk “Wisudawan Era AI” di Bogor, Kamis (17/9/2026).
Arif menekankan bahwa perkembangan AI perlu disikapi sebagai peluang sekaligus tantangan. Para lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, terus belajar, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
AI Mendorong Transformasi Dunia Kerja
Dalam paparannya, Arif mengutip World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2025 yang menyebut AI dan teknologi pemrosesan informasi sebagai teknologi yang paling kuat mendorong transformasi bisnis pada periode 2025–2030. Sebanyak 86 persen pemberi kerja yang disurvei menyebut teknologi tersebut akan menjadi pendorong transformasi.
Perubahan teknologi juga berdampak langsung terhadap kebutuhan keterampilan tenaga kerja. Keterampilan yang menonjol pada 2025 antara lain berpikir analitis, ketahanan dan fleksibilitas, kepemimpinan serta pengaruh sosial, dan berpikir kreatif.
Sementara itu, hingga 2030, keterampilan seperti AI dan big data, jaringan dan keamanan siber, literasi teknologi, berpikir kreatif, serta kemampuan beradaptasi dan belajar sepanjang hayat diproyeksikan semakin dibutuhkan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang memperoleh ijazah. Para lulusan perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu mengikuti perubahan dunia kerja.
Peluang dan Tantangan di Tengah Perkembangan AI
Paparan Arif juga menyoroti perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat. Dalam waktu kurang dari empat tahun, AI disebut telah berkembang dari sekadar aplikasi percakapan menjadi bagian dari infrastruktur strategis.
Di sisi lain, perkembangan tersebut menghadirkan sejumlah tantangan, mulai dari perubahan struktur pekerjaan, keamanan siber, kebutuhan energi pusat data, hingga potensi kesenjangan.
Materi yang disampaikan juga menampilkan proyeksi WEF bahwa pada periode 2025–2030 akan terdapat sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru, sementara sekitar 92 juta pekerjaan berpotensi tergantikan. Angka tersebut merupakan proyeksi dan bukan jumlah pekerjaan yang telah terealisasi.
Karena itu, kesiapan manusia menjadi faktor penting. Kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memahami dampaknya serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Tiga Agenda Generasi Muda di Era AI
Menghadapi perubahan tersebut, Arif menekankan tiga agenda penting bagi generasi muda.
Pertama, menguasai teknologi. AI perlu dimanfaatkan secara konsisten untuk mendukung proses belajar dan berkarya, dengan tetap memahami keterbatasan serta potensi kesalahannya.
Kedua, mengasah kapasitas insani. Pengalaman berorganisasi, kerja sukarela, magang lapangan, maupun forum debat menjadi bagian penting dalam membangun empati, jejaring, dan ketajaman penilaian.
Ketiga, menjaga integritas. Pemanfaatan AI harus disertai kebiasaan memverifikasi informasi, menghormati sumber, serta bertanggung jawab atas keputusan yang dibantu oleh teknologi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa AI bukan semata-mata tentang kemampuan mesin, tetapi juga bagaimana manusia menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Alumni IPB: Integritas, Inovasi, dan Inspirasi
Pada bagian akhir paparannya, Arif menekankan tiga karakter yang perlu melekat pada alumni IPB, yaitu integritas, inovasi, dan inspirasi.
Ketiga nilai tersebut menjadi semakin relevan di era AI, ketika kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral dan kontribusi nyata.
“Inspirasi bisa dengan kata-kata, TAPI lebih baik dengan karya,” demikian pesan Arif kepada para wisudawan.
Pesan tersebut menjadi ajakan bagi para lulusan untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menghasilkan karya, menciptakan nilai, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Bagi para wisudawan, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar. Justru, di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, mereka ditantang untuk terus belajar, beradaptasi, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat.
Alumni Bersinergi, IPB Menginspirasi, Indonesia Berprestasi..
