
Kurang 48 jam sejak gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu lalu (15/8), para fungsionaris Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) bergerak cepat memantau situasi. Hingga Minggu pagi (16/8), jumlah warga yang meninggal dunia mencapai 51 orang, puluhan luka-luka, dan kerusakan masif terjadi setidaknya di 5 kabupaten di Kawasan Provinsi NTT, bahkan NTB.
Sabtu sore, Wakil Rektor 3 Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M. Agr. mengontak Ketua Umum ARM HA-IPB terkait perkembangan pascabencana di lapangan. Setelah memperoleh kabar terkini, beliau mengundang ARM HA-IPB untuk hadir pada rapat konsolidasi IPB University perihal rencana bantuan bencana gempa NTT, Minggu petang (16/8).
Rapat yang dipimpin langsung Prof. Ernan Rustiadi tersebut dihadiri langsung oleh Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, S.T.P., M.Si., Wakil Rektor 4 Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar, M.For.Sc., IPU, ASEAN Eng.,serta para direktur dan kepala badan/lembaga penelitian di lingkungan IPB.
Rektor IPB dalam arahannya menyampaikan agar IPB University dapat berkiprah membantu masyarakat di wilayah terdampak dengan bekal pengalaman positif saat membantu penanganan banjir Sumatera. “Kami berharap sebagaimana sebelumnya, ARM HA-IPB menjadi ujung tombak membawa nama baik IPB University di lapangan,” ujar Rektor.
Sebelumnya, tim ARM HA-IPB telah menggelar rapat koordinasi (rakor) internal untuk memetakan dan menganalisis situasi. Dari data dan informasi jejaring di lapangan, antara lain dengan Yayasan Kabua Dana Rasa di Bima, NTB dan LSM Wahana Muda Indonesia, ARM HA-IPB memutuskan untuk menjalankan operasi tanggap darurat bencana (TDB) di NTT, khususnya di wilayah Kabupaten Manggarai. Dua desa di Kecamatan Reo telah diindentifikasi. Satu tim kecil mitra ARM HA-IPB telah menjangkau Badjo di pesisir barat Flores, dan bersiap menembus Reo.
Hasil analisis dan rencana ARM HA-IPB ini dipaparkan oleh Ketua Umum ARM HA-IPB, Ir. Ahmad Husein, M.Si., kepada seluruh peserta rapat IPB University. Selain itu, masing-masing direktorat dan lembaga menyampaikan persiapan yang tengah dan akan mereka lakukan.
Rapat tersebut menyimpulkan bahwa IPB University mempercayakan aksi kemanusiaan di NTT akan dilakukan melalui ARM HA-IPB. Segenap elemen di lingkungan IPB berkomitmen membantu melalui berbagai kegiatan termasuk penggalangan dana melalui UWDS (Unit Wakaf dan Dana Sosial), serta penyiapan bantuan pangan steril siap makan, termasuk varian nasi liwet dan nasi uduk dalam kemasan, sebagai bagian dari program tanggap darurat bencana serta inovasi teknologi pangan darurat untuk wilayah terdampak bencana di Indonesia. Juga, layanan dukungan psikososial melalui Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) disiagakan.
Tepat di Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, ARM HA-IPB meluncurkan pula kampanye penggalangan dana untuk kalangan alumni IPB untuk bantuan kemanusiaan ke NTT. Tim ARM HA-IPB tengah menajamkan rencana terjun ke wilayah terdampak gempa dalam waktu dekat ini.
Dukungan almamater tercinta IPB University terhadap ARM HA-IPB dalam menyiapkan aksi kemanusiaan ini sungguh menyuntikkan semangat berlipat ganda kepada segenap relawan dan pengurus. Juga doa tulus dari Anda semua, para alumni dan sivitas akademika IPB University!
ARM HA-IPB
Bermartabat Menebar Manfaa
