
BOGOR — Wisuda Program Pendidikan Multistrata IPB University Tahap II Tahun Akademik 2026/2027 menjadi momentum bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan profesional sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Dalam rangkaian wisuda yang berlangsung di Graha Widya Wisuda, IPB University, Rabu (16/9/2026), Frans Marganda Tambunan, S.Pt., mewakili Himpunan Alumni IPB (HA IPB), menyampaikan pesan kepada para wisudawan mengenai pentingnya peran alumni IPB di berbagai bidang pekerjaan dan pengabdian.
Frans menegaskan bahwa kelulusan dan gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Justru, gelar menjadi awal bagi lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi, kepemimpinan, integritas, dan kemampuan menghadirkan dampak nyata.
“Gelar membuat Saudara masuk ke dalam ruangan. Kompetensi menentukan apakah Saudara tetap dibutuhkan di dalam ruangan itu.”
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam materi sambutan yang disampaikan kepada para wisudawan. Di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat, alumni IPB didorong untuk terus melakukan upskilling dan reskilling, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan solusi.
Alumni IPB Berkarya Lintas Profesi
Frans juga menyoroti luasnya ruang kontribusi alumni IPB. Alumni tidak terbatas pada profesi yang berkaitan langsung dengan pertanian, tetapi telah memiliki peluang untuk berkarya di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, diplomasi, perbankan, dunia usaha, penelitian, pendidikan, media, hingga profesi-profesi lainnya.
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh di IPB dapat diterapkan di berbagai bidang sesuai keahlian, pengalaman, dan kebutuhan masyarakat.
Selain kompetensi, kepemimpinan juga menjadi pesan penting yang disampaikan Frans. Para lulusan diajak untuk tidak menunggu jabatan formal untuk mulai memberikan pengaruh positif.
Kepemimpinan, menurut pesan dalam materi sambutan, dimulai dari keberanian mengambil tanggung jawab, membangun kepercayaan, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan membantu orang lain berkembang.
Dari Pencari Kerja Menjadi Pencipta Nilai
Para wisudawan juga didorong untuk memperluas perspektif terhadap dunia kerja. Alumni tidak hanya diposisikan sebagai job seeker, tetapi juga sebagai problem solver, value creator, entrepreneur, job creator, hingga impact creator.
Semangat tersebut relevan dengan berbagai potensi yang dimiliki sektor pertanian, kehutanan, perikanan, pangan, dan UMKM. Melalui inovasi dan hilirisasi, sumber daya dapat dikembangkan menjadi produk, pasar, dan nilai tambah yang memberikan manfaat lebih luas.
Di sisi lain, Frans mengingatkan bahwa pencapaian profesional harus berjalan beriringan dengan integritas dan keberlanjutan. Ilmu, kewenangan, dan posisi yang dimiliki alumni perlu digunakan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Prestasi menentukan seberapa tinggi Saudara dapat naik. Integritas menentukan apakah Saudara tetap berdiri ketika sudah sampai di atas.”
Tetap Mengingat Akar, Terus Berdampak
Menutup pesannya, Frans mengajak para lulusan untuk tetap mengingat akar pendidikan dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di IPB. Di mana pun berkarya, alumni diharapkan terus membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, dan memberikan manfaat melalui profesinya masing-masing.
Wisuda, dengan demikian, bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih luas. Dengan kompetensi, kepemimpinan, integritas, dan semangat kolaborasi, alumni IPB diharapkan terus berkarya lintas bidang serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
