Silaturahmi Alumni IPB Haji 2026: Semangkok Bakso, Pengalaman Armuzna dan Haji Mabrur

 

Silaturahmi Alumni IPB Haji 2026: Semangkok Bakso, Pengalaman Armuzna dan Haji Mabrur

Makkah, Arab Saudi – Di sela-sela pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, sejumlah Alumni IPB University menggelar acara silaturahmi yang penuh kehangatan di Resto Indonesia Hotel 908 Misfalah, Makkah. Pertemuan ini menjadi ajang temu kangen sekaligus memperkuat jejaring alumni yang sedang menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan secara informal, terdapat lebih dari 150 alumni IPB yang menjalankan ibadah haji pada musim haji tahun ini. Para alumni tersebut berasal dari berbagai angkatan dan fakultas, mulai dari angkatan 11 sebagai jamaah paling senior hingga angkatan 49 sebagai jamaah termuda. Keberagaman generasi ini menunjukkan luasnya jejaring alumni IPB yang tersebar di berbagai bidang profesi dan pengabdian.
Inisiatif mempererat jejaring alumni selama musim haji 2026 bermula dari pembentukan Grup WhatsApp Alumni IPB Haji 2026. Awalnya grup tersebut dibuat sebagai sarana pendataan dan komunikasi sederhana antarjamaah. Namun seiring berjalannya waktu, grup ini berkembang menjadi media yang sangat bermanfaat. Para alumni dapat saling menyapa, berbagi informasi, serta membantu satu sama lain ketika menghadapi berbagai kebutuhan selama berada di Arab Saudi.

 

Melalui grup tersebut, berbagai informasi penting dapat disampaikan dengan cepat, mulai dari kondisi kesehatan jamaah, informasi transportasi, lokasi hotel, hingga koordinasi pertemuan ketika berkunjung ke Masjidil Haram. Tidak sedikit alumni yang baru mengetahui bahwa teman satu angkatan atau satu fakultas ternyata juga sedang berhaji pada musim yang sama. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas keluarga besar IPB terasa semakin kuat melalui komunikasi yang terjalin di grup tersebut.
Pertemuan pertama di Resto Indonesia di Hotel 905 Misfalah dilaksanakan sebelum berangkat ke Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Pertemuan ini diinisiasi oleh Agus Masykur, Ketua DPD HA IPB Jawa Barat yang saat ini mendapat amanah sebagai Wakil Bupati Subang Jawa Barat. Pertemuan awal ini dihadiri oleh beberapa alumni yang jaraknya di sekitar Sektor 7, 8 dan 9. Sajian bakso dan obrolan seputar memori saat di kampus serta pengalaman berhaji dan terutama persiapan sebelum kegiatan Armuzna wukuf di Arafah yang dilanjutkan mabid di Muzdalifah dan melakukan jumroh di Mina; karena banyak informasi tentang pentingnya persiapan untuk menikmati proses utama dalam ibadah haji di tahun 2026 ini.

Setelah proses Armuzna, puncak dari interaksi di dunia maya tersebut kemudian diwujudkan dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung di Resto Indonesia Hotel 908 Misfalah. Acara dihadiri oleh alumni dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, pengusaha, birokrat, hingga pejabat struktural di lingkungan IPB.
Di antara tokoh yang hadir adalah Prof. Jaenal Effendi, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) yang saat ini mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementrian Haji dan Umroh. Beberapa struktural yang hadir, diantara 19 dosen IPB University yang berangkat haji tahun ini, hadir Dr. Lukytawati Anggraeni (FEM), Dr. Erianto Indra Putra (Fahutan), Dr. Giyanto (Faperta).
Dari unsur organisasi alumni, turut hadir pengurus Himpunan Alumni IPB yaitu Dr. Baban Sarbana dan Budiyanto, yang selama ini aktif memperkuat sinergi dan kolaborasi antaralumni di berbagai daerah.

Suasana akrab langsung terasa sejak awal acara. Para alumni yang sebagian telah puluhan tahun tidak bertemu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenang masa-masa kuliah di Kampus IPB. Berbagai kisah tentang kehidupan mahasiswa, kegiatan organisasi, praktikum, hingga pengalaman tinggal di asrama kembali menjadi bahan perbincangan yang mengundang tawa dan nostalgia.
Nuansa Indonesia semakin terasa dengan sajian bakso, makanan khas yang menjadi menu utama dalam pertemuan tersebut. Di tengah rutinitas menikmati hidangan Timur Tengah selama musim haji, semangkuk bakso hangat menjadi pengobat rindu akan kampung halaman. Sambil menikmati makanan, obrolan antar alumni mengalir hangat dan penuh keakraban layaknya reuni kecil di Tanah Suci.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini juga diwarnai diskusi mengenai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Kehadiran Prof. Jaenal Effendi memberikan kesempatan bagi para jamaah untuk menyampaikan pengalaman dan masukan secara langsung terkait layanan haji yang mereka rasakan.

Topik yang paling banyak dibahas adalah pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang menjadi fase puncak sekaligus paling menantang dalam rangkaian ibadah haji. Berbagai pengalaman dibagikan, mulai dari mobilisasi jamaah, layanan transportasi, hingga kondisi di lokasi-lokasi ibadah.
Secara umum, para peserta menilai penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik. Berbagai pengalaman mulai dari melakukan perjalanan sejauh lebih dari 30 KM dalam satu hari, hingga masalah kesehatan yang timbul akibat kondisi kelelahan. Meskipun masih terdapat beberapa hal yang dapat disempurnakan, terutama terkait pelayanan dan pengelolaan jamaah pada masa Armuzna, seluruh peserta bersyukur karena rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar dan aman. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji pada tahun-tahun mendatang.
Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini diakhiri dengan foto bersama berlatar Kota Makkah. Di bawah naungan Tanah Suci, para alumni merasakan kembali hangatnya persaudaraan yang terjalin sejak masa kuliah. Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa ikatan Alumni IPB tidak mengenal batas ruang dan waktu. Di mana pun berada, semangat kebersamaan, saling membantu, dan berkontribusi untuk sesama tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas keluarga besar Alumni IPB dalam kerangka menjaga dan memelihara kemakmuran haji, sesuai dengan doa:
“Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur, umrah kami umrah yang mabrur, dan sa’i kami sa’i yang disyukuri. Dosa-dosa kami jadikanlah dosa yang diampuni. Amal saleh kami jadikanlah amal yang diterima, dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi. Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada di dalam dada, keluarkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya.”

IPB University… Digjaya.
Haji… Sehat, Kuat, Mabrur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *