Jembatani Kampus dan Petani, HA IPB Banyumas Raya Angkat Varietas Padi Unggul

HA IPB – Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Banyumas Raya menjembatani penerapan inovasi varietas padi unggul hasil riset IPB University kepada petani melalui penanaman perdana varietas IPB13Senopati (IPB13S/Mapan IPB) guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Penanaman padi IPB13S dilakukan pada lahan seluas 1 hektare di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (28/6/2026), sebagai tahap awal pengembangan varietas unggul tersebut.

Wakil Ketua HA IPB Banyumas Raya Kukuh Rasiyanto mengatakan IPB13S berumur genjah sekitar 85 hari setelah tanam sehingga berpotensi mendukung peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali dalam setahun (IP300). “Umurnya pendek, sekitar 85 hari panen. Jadi memungkinkan dilakukan tanam tiga kali per tahun, asalkan setelah panen langsung dilakukan penanaman kembali,” katanya.

Selain berumur genjah, kata dia, varietas tersebut memiliki potensi hasil mendekati 12 ton gabah per hektare sehingga diharapkan membantu memenuhi target produksi padi Banyumas.

Menurut dia, pengembangan IPB13S akan diperluas melalui kemitraan yang memberikan kemudahan akses benih, dukungan permodalan, dan kepastian pasar bagi petani.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Yusuf Khanafi mengatakan pengenalan varietas baru menjadi salah satu strategi mencapai target produksi padi Banyumas sebesar 390.003 ton dari luas baku sawah sekitar 30.421 hektare.

“Varietas IPB13S memiliki produktivitas tinggi dengan umur sekitar 85 hari setelah tanam sehingga memungkinkan indeks pertanaman meningkat dari sekitar 2,1 kali menjadi 2,5 kali bahkan tiga kali tanam dalam setahun,” katanya seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan meskipun realisasi hasil diperkirakan sekitar 9 ton per hektare, varietas tersebut tetap berpotensi meningkatkan produksi padi. Selain itu, ketahanannya terhadap hama wereng diharapkan dapat mengurangi risiko gagal panen.
“Dinas Pertanian akan mendampingi petani melalui penyuluh pertanian, mulai dari pengelolaan kesuburan tanah, pemupukan berimbang, hingga penggunaan pestisida ramah lingkungan,” katanya.

Salah seorang petani Desa Pegalongan, Amin mengaku optimistis terhadap pengembangan IPB13S yang baru pertama kali ditanam di lahannya. “Harapan kami hasilnya bagus, panennya bagus, terhindar dari berbagai hama tanaman sehingga hasilnya melimpah, dan ke depan harga gabahnya juga lebih baik,” katanya.

Ia mengatakan budi daya dilakukan dengan pendampingan HA IPB Banyumas Raya serta memanfaatkan pupuk bersubsidi dan pupuk NPK Pelangi dalam program Agro Solution.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua HA IPB Banyumas Raya Prawoko Setyo Aji mengatakan IPB13Senopati merupakan inovasi hasil penelitian IPB University dengan potensi hasil hingga 11,55 ton gabah kering giling per hektare, umur panen sekitar 85 hari, adaptif di berbagai kondisi lahan, tahan terhadap penyakit blas dan hama wereng, serta menghasilkan beras premium dengan karakter nasi yang pulen.

Menurut dia, pengembangan IPB13S merupakan wujud peran HA IPB sebagai jembatan antara kampus dan petani agar hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung di lahan pertanian. “Kami ingin inovasi para ahli pertanian dapat diakses petani dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan mereka,” kata dia yang juga Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas. [PB]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *